Saturday, February 14, 2026

Kafir: Gerbang Sukma — Sekuel yang Ragu Menentukan Arah antara Pendalaman Spiritual dan Formula Horor Arus Utama

Apakah Kafir: Gerbang Sukma merupakan kelanjutan artistik yang relevan bagi semesta horor Kafir, atau justru contoh bagaimana horor Indonesia terjebak antara ambisi tematik dan...

Penunggu Rumah: Buto Ijo dan Ambisi Horor Mitologi: Terobosan atau Sekadar Rebranding Folklor?

Apakah Penunggu Rumah: Buto Ijo benar-benar menandai kemajuan horor Indonesia berbasis mitologi, atau justru memperlihatkan keterbatasan industri dalam mengolah folklor di luar strategi diferensiasi...

Sebelum Dijemput Nenek: Ketika Horor Indonesia Memilih Kesederhanaan sebagai Strategi, Bukan Keterbatasan

Horor Kecil dan Pertanyaan tentang Ambisi Genre Apakah film Sebelum Dijemput Nenek mencerminkan kematangan horor Indonesia yang semakin sadar pasar, atau justru menegaskan kecenderungan industri...

Alas Roban dan Stagnasi Horor Indonesia di Tengah Ledakan Pasar

Apakah Alas Roban benar-benar memperluas kemungkinan horor Indonesia, atau justru menegaskan kecenderungan industri yang semakin aman bermain di wilayah mitologi tanpa keberanian eksplorasi sinematik?...

Teror di Ketinggian 30.000 Kaki: Menguliti Relasi Kuasa dalam ‘Penerbangan Terakhir’

Pendahuluan: Jangan Tertipu Poster Romantis Poster film ini menipu. Anda melihat seragam rapi dan wajah tampan Jerome Kurnia. Anda mengharapkan drama perselingkuhan klise. Anda salah...

Patah Hati yang Kupilih: Ketika Sinema Arus Utama Memilih Aman di Tengah Isu Besar

Di tengah lanskap perfilman Indonesia yang semakin ramai oleh drama relasional bertema trauma, kehilangan, dan rekonsiliasi personal, Patah Hati yang Kupilih hadir sebagai karya...